Ads Top

Boni Hargens : 1 Tahun Jokowi Menjabat Lebih Baik Dari 10 Tahun SBY dan 32 Tahun Soeharto


Islamsehat.ml - Pada tahun lalu tepatnya 5 januari 2016, ada sebuah postingan di akun twitter yang isinya cukup menggelitik dan mengundang perhatian dari para Netizeh. Tak hanya di Twitter, kicauan ini bahkan kini sedang tenar di Facebook. Pasalnya, banyak pengguna FB yang kemudian mencapture hingga akhirnya postingan tersebut menyebar luas secara viral di jejaring sosial.
Cuitan akun @bonihargens milik relawan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 yang menyebutkan, “Jokowi terus memperlihatkan komitmennya untuk Indonesia. 1 tahun Jokowi lebih baik dari 10 thn SBY & jauh lebih baik lagi dari 32 thn Soeharto,” sontak saja menuai menuai perdebatan.
Banyak yang mendukung tetapi jauh lebih banyak yang membantah, bahkan banyak Netizen yang beranggapan bahwa hal itu terlalu berlebihan dan mengada-ada. Tentunya butuh tolok ukur yang tepat untuk menyebut bahwa pemerintahan yang satu lebih baik dari pemerintahan yang lainnya.
Terlalu dini untuk menilai 1 tahun kepemimpinan Jokowi lebih baik dari 10 tahun kepemimpinan SBY, apalagi 32 tahun era Soeharto. Hal itu perlu dilihat secara objektif dari berbagai aspek, baik itu ekonomi, hukum, stabilitas politik, keamanan dan lain sebagainya.


Setiap pemerintahan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. 32 era Soeharto, banyak yang menilai sebagai era pembangunan. Soeharto dianggap mampu membangun Indonesia menjadi salah satu negara besar di kawasan Asean hingga Asia, bahkan Indonesia pernah dijuluki sebagai Macan Asia.

Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, dinilai mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik pasca krisis 98. Indikasi ini terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, SBY bahkan disebut-sebut sukses membawa Indonesia bertahan dalam krisis keuangan dunia pada 2008 silam.

Bagaimana dengan Jokowi? Masih butuh waktu untuk bisa menilai secara objektif, tetapi untuk sementara ini kita bisa melihat dari indeks ekonomi. Meski diklaim 1 tahun Jokowi lebih baik, namun kini pertumbuhan ekonomi sedang merosot, daya beli masyarakat menurun dan harga-harga terus meroket.
Keberhasilan pemerintahan Jokowi menciptakan Kapsul Impian Masa Depandisebut-sebut sebagai sebuah langkah maju untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara paling disegani di dunia. Namun begitu, pertumbuhan ekonomi yang merosot dan masih meroketnya harga-harga sembako tentu masih menyisakan tanda tanya?



http://bit.ly/lapaKPoker

LapakPoker merupakan Agen Poker Indonesia dengan fasilitas dan pelayanan yang memanjakan setiap membernya. Dengan permainan terbaru dan terupdate diantaranya Poker Online, Domino Qiu Qiu, Bandar Ceme dan Black Jack.

Selain itu berbagai Bonus Jackpot menarik juga menanti anda disini. Berbagai promo menarik dari kami setiap bulannya juga memberi banyak kenyamanan bagi Anda. Segera kunjungi LapakPoker.com agen poker online dan ceme keliling Indonesia yang teraman dan terpercaya.
Untuk informasi lebih lanjutnya segera mendaftar dan kunjungi websitenya disini.

Customer Support :
LIVECHAT : Lapakpoker.com
BBM : 58E7838B
LINE : csterminal

FACEBOOK : lapakpoker88



2 comments:

  1. Tiap zaman punya tantangannya sendiri-sendiri yang menuntut jawaban yang tepat. Zaman Orde Baru adalah zaman perang dingin, zaman balas jasa, zaman membuka diri kepada asing. Meskipun dikatakan bahwa pembangunan ekonomi di zaman Orde Baru berhasil, namun kesenjangan sosial dan kesenjangan wilayah sangat luar biasa besarnya; KKN marak terjadi; rakyat melarat. Zaman SBY adalah zaman memperbaiki kondisi ekonomi yg terpuruk oleh karena krisis multidimensional pasca runtuhnya Orde Baru. Korupsi juga terjadi hampir di seluruh lini dari pusat hingga daerah; SBY yg bertekad memberantas korupsi ternyata lemas karena para kadernya sendiri di Partai Demokrat menjadi koruptor ulung, bahkan tak tertutup kemungkinan SBY sendiri terlibat (kasus century, hambalang, Petra, dll), belum termasuk kasus Munir, kasus Antasari yang belum juga selesai. Zaman Jokowi adalah jaman pembenahan...zaman pemurnian untuk kembali ke jalan yang benar, cuci piring yang kotor. Jokowi bekerja dengan modal hampir2 NOL, dia harus berjuang dgn anggaran seadanya... dalam kondisi ekonomi dunia yang terpuruk ... lingkungan strategis dunia yang tak menentu... Boleh dikatakan bahwa kondisi sosio-politik dann sosio-ekonomi dunia zaman ORBA dan SBY tidak jauh berbeda dengan zaman JOKOWI-JK....dan dalam situasi ini, kita menyaksikan gebrakan2 mencengangkan seorang JOKOWI-JK di berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan kini setelah dua tahun bekerja kondisi Indonesia mulai kembali ke jalan yg benar... Kesan sepintas membuat saya sependapat dengan Boni Hargens bahwa kepemimpinan JOKOWI sbg seorang Presiden jauh lebih mencengangkan dari kepemimpinan Soeharto dan SBY. Apalagi bila dipertimbangkan latar belakang seorang JOKOWI sbg seorang SIPIL MURNI yang tidak punya kekuatan militeristik. Ia hanya punya suatu KEPRIBADIAN yang benar2 sesuai dengan sosok ideal seorang pemimpin: sederhana, merakyat, rendah hati, bersih dari segala kekotoran, tulus mengabdi rakyat... Saya kira KEPRIBADIAN JOKOWI-lah yang memenangkan kepemimpinannya selama ini, dan yang menjadi kekuatannya melebihi kekuatan militeristik seorang SBY atau Soeharto. Kecuali itu, perlu dipertimbangkan bahwa Soeharto turun tahta dengann meninggalkan segunung masalah yang hingga hari ini menjadi permasalahan bangsa yang harus dibereskan oleh JOKOWI. Demikian juga SBY meninggalkan sejumlah kasus yang tidak kecil pengaruhnya bagi penyelenggaraan hidup berbangsa dan bernegara. SBY boleh berbangga bahwa dia menjadi presiden RI dua periode, tetapi selama 10 tahun memerintah, tidak ada suatu WARISAN yang mencengangkan rakyat yang ditinggalkan SBY. Yang diwariskan adalah segudang MASALAH yang belum selesai hingga hari ini. Ini pendapat pribadi berdasarkan refleksi pribadi juga.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.